Selamat Datang di Portal Sekolah Islam Terpadu GAMEEL AKHLAQ

Ternyata Mereka Tidak Seberuntung Kami...

Air mata haru, sedih, bahagia, dan beribu rasa  masih bersemayam di hati kami para siswa – siswi SMPIT GAMAIS ketika kami mengadakan kunjungan ke sebuah komunitas SANGGAR ANAK MATAHARI. Komunitas tersebut terdiri dari ratusan anak yang berasal dari anak jalanan, pengamen jalanan, anak yatim dan anak – anak tidak mampu. Kunjungan kami, siswa – siswi SMPIT GAMAIS bersama dewan guru dalah salah satu program sekolah untuk mengenalkan siswa – siswi pada dunia luar sekolah dalam rangka menumbuhkan kecintaan dan sosial kami.
                Sanggar Anak Matahari adalah satu diantara komunitas – komunitas yang ada di Bekasi yang berlokasi persis di belakang stasiun Bekasi dengan alamat Kampung Pintu Air RT. 002/007 Kota Bekasi. Kunjungan kami ke Sanggar Anak Matahari sangat berkesan dan sanggup menjadi hikmah yang dalam buat siswa – siswi SMPIT GAMAIS. Dalam sebuah dialog dengan salah satu pengasuh Sanggar Anak Matahari yaitu Ka’ Iwan ( 17 tahun ), beliau menceritakan tentang awal mula Sanggar Anak Matahari, berikut cuplikannya :
                Pada awalnya Sanggar Anak matahari dahulu bernama ANJALIS ( Anak Jalanan Islami ) yang dimotori oleh Ka’ Andi dan kawan – kawan. Ka’ Andi dahulu adalah anak jalanan yang memiliki cita – cita yang sangat tinggi, sehingga dengan perjuangan dan ikhtiarnya beliau bertekat untuk melanjutkan kuliah di salah satu Universitas ternama di Bekasi yaitu Unisma. Pada saat mendaftarkan diri menjadi mahasiswa di Unisma beliau dengan keadaan pakainan yang kumel dan rambutnya yang gondrong sehingga membuat petugas dari Unisma merasa keheranan. Kemudian setelah beliau menjadi seorang mahasiswa dan kaum terpelajar beliau bertekad akan menjaring semua anak jalanan, pengamen, anak yatim dan sebagainya agar mereka memiliki kesadaran akan arti pendidikan. Sehingga dengan beberapa teman – temannya beliau membentuk komunitas ANJALIS sebagai salah satu alat untuk menjaring mereka. Salah satunya adalah Ka’ Iwan yang bergabung bersama ANJALIS. Ka’ Iwan sendiri adalah berasal dari keluarga yang tidak mampu sehingga dia memtuskan untuk tidak sekolah dan mencari uang guna membantu orang tuanya. Namun semenjak ketemu dengan Ka’ Andi dan kawan – kawan Ka’ Iwan sadar bahwa menuntut ilmu itu sangat penting, hingga akhirnya ketika dia putus sekolah SD kelas 4 beliau memtuskan ikut kejar paket A setara SD. Dan Alhamdulillah beliau pun bisa melanjtkan ke jenjang selanjutnya yaitu MTS  dan menjadi ketua OSIS di sekolahnya. Dan saat ini beliau memiliki cita – cita tinggi untuk menjadi juru dakwah sehingga ingin melanjutkan ke ANNIDA Bekasi.
                Asal – usul nama Sanggar Anak Matahari adalah ketika suatu saat anak – anak sedang mengamen diterik matahari yang sangat panas mereka ada yang mengeluh “ Wah...panas banget yah siang ini.” Tetapi ada salah satu temannya yang menasehatinya “ janganlah kita kalah dengan teriknya matahari untuk menggapai cita – cita kita yang tinggi.”  Sejak saat itulah mereka tidak pernah menghiraukan lagi panasnya matahari demi cita – cita mereka membiayai hidup dan sekolahnya. Sehingga komunitas mereka yang tadinya bernama ANJALIS menjadi Sanggar Anak Matahari.
                Mengenai Sanggar Anak Matahari saat ini telah menampung sekitar 500 anak lebih dari berbagai golongan. Sanggar Anak Matahari pun sudah banyak mengantongi juara – juara pertandingan di anataranya : juara 1 lomba nyanyi tingkat propinsi, Juara puisi tingkat Nasional, dan berbagai jenis lomba lainnya, sehingga pantaslah Kick Andy memanggil Sanggar Anak Matahari untuk hadir dlam skemen acaranya, salah satu buktinya adalah rumah Sanggar Matahari yang mereka huni adalah salah satu hibah dan bantuan dari Kick Andy Production.
                Yang paling mengesankan dari acara tersebut adalah ketika di ujung perjumpaan dengan kami, mereka menyanyikan 2 lagu ciptaan mereka, ternyata sangat bagus dan sanggup menyentuh hati siswa –siswi GAMAIS, sehingga hampir tidak terasa ternyata mata kami pun berkaca – berkaca dan menangis tak tahan menahan rasa haru, sedih, kasihan terhadap mereka , dan terbersit di hati kami..TERNYATA MEREKA TIDAK SEBERUNTUNG KAMI. ( Warlik GAMAIS )



Share this post :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Support : Link here | Link here | Link here
Copyright © 2014. Sekolah Islam Terpadu Gameel Akhlaq - All Rights Reserved
Template by Cara Gampang Published by Cargam Template
Proudly powered by IT GAMAIS