Kamis, 06 Maret 2014

Remaja dan Pertumbuhan Karakreristiknya

Remaja dan Pertumbuhan Karakreristiknya

Karakteristik pertumbuhan dan perkembangan remaja yang mencakup perubahan transisi biologis, transisi kognitif, dan transisi sosial akan dipaparkan di bawah ini:
  1. Transisi Biologis
Menurut Santrock (2003: 91) perubahan fisik yang terjadi pada remaja terlihat nampak pada saat masa pubertas yaitu meningkatnya tinggi dan berat badan serta kematangan sosial. Diantara perubahan fisik itu, yang terbesar pengaruhnya pada perkembangan jiwa remaja adalah pertumbuhan tubuh (badan menjadi semakin panjang dan tinggi). Selanjutnya, mulai berfungsinya alat-alat reproduksi (ditandai dengan haid pada wanita dan mimpi basah pada laki-laki) dan tanda-tanda seksual sekunder yang tumbuh (Sarlito Wirawan Sarwono, 2006: 52).
Selanjutnya, Menurut Muss (dalam Sunarto & Agung Hartono, 2002: 79) menguraikan bahwa perubahan fisik yang terjadi pada anak perempuan yaitu; perertumbuhan tulang-tulang, badan menjadi tinggi, anggota-anggota badan menjadi panjang, tumbuh payudara.Tumbuh bulu yang halus berwarna gelap di kemaluan, mencapai pertumbuhan ketinggian badan yang maksimum setiap tahunnya, bulu kemaluan menjadi kriting, menstruasi atau haid, tumbuh bulu-bulu ketiak.

Sedangkan pada anak laki-laki peubahan yang terjadi  antara lain; pertumbuhan tulang-tulang, testis (buah pelir) membesar, tumbuh bulu kemaluan yang halus, lurus, dan berwarna gelap, awal perubahan suara, ejakulasi (keluarnya air mani), bulu kemaluan menjadi keriting, pertumbuhan tinggi badan mencapai tingkat maksimum setiap tahunnya, tumbuh rambut-rambut halus diwajaah (kumis, jenggot), tumbuh bulu ketiak, akhir perubahan suara, rambut-rambut diwajah bertambah tebal dan gelap, dan tumbuh bulu dada.
Pada dasarnya perubahan fisik remaja disebabkan oleh kelenjar pituitary dan kelenjar hypothalamus. Kedua kelenjar itu masing-masing menyebabkan terjadinya pertumbuhan ukuran tubuh dan merangsang aktifitas serta pertumbuhan alat kelamin utama dan kedua pada remaja (Sunarto & Agung Hartono, 2002: 94
2. Transisi Kognitif
Menurut Piaget (dalam Santrock, 2002: 15) pemikiran operasional formal berlangsung antara usia 11 sampai 15 tahun. Pemikiran operasional formal lebih abstrak, idealis, dan logis daripada pemikiran operasional konkret. Piaget menekankan bahwa bahwa remaja terdorong untuk memahami dunianya karena tindakan yang dilakukannya penyesuaian diri biologis. Secara lebih lebih nyata mereka mengaitkan suatu gagasan dengan gagasan lain. Mereka bukan hanya mengorganisasikan pengamatan dan pengalaman akan tetapi juga menyesuaikan cara berfikir mereka untuk menyertakan gagasan baru karena informasi tambahan membuat pemahaman lebih mendalam.
Menurut Piaget (dalam Santrock, 2003: 110) secara lebih nyata pemikiran opersional formal bersifat lebih abstrak, idealistis dan logis. Remaja berpikir lebih abstrak dibandingkan dengan anak-anak misalnya dapat menyelesaikan persamaan aljabar abstrak. Remaja juga lebih idealistis dalam berpikir seperti memikirkan karakteristik ideal dari diri sendiri, orang lain dan dunia. Remaja berfikir secara logis yang mulai berpikir seperti ilmuwan, menyusun berbagai rencana untuk memecahkan masalah dan secara sistematis menguji cara pemecahan yang terpikirkan.
Dalam perkembangan kognitif, remaja tidak terlepas dari lingkungan sosial. Hal ini menekankan pentingnya interaksi sosial dan budaya dalam perkembangan kognitif remaja
3. Transisi Sosial
Santrock (2003: 24) mengungkapkan bahwa pada transisi sosial remaja mengalami perubahan dalam hubungan individu dengan manusia lain yaitu dalam emosi, dalam kepribadian, dan dalam peran dari konteks sosial dalam perkembangan. Membantah orang tua, serangan agresif terhadap teman sebaya, perkembangan sikap asertif, kebahagiaan remaja dalam peristiwa tertentu serta peran gender dalam masyarakat merefleksikan peran proses sosial-emosional dalam perkembangan remaja. John Flavell (dalam Santrock, 2003: 125) juga menyebutkan bahwa kemampuan remaja untuk memantau kognisi sosial mereka secara efektif merupakan petunjuk penting mengenai adanya kematangan dan kompetensi sosial mereka. [ Belajar psikologi.com ]

Apakah Remaja Harus Di Salahkan ?

Apakah Remaja Harus Di Salahkan ?

                Anak adalah anugerah terbesar buta kita sebagai orang tua dan guru. Anak adalah aset terbesar bangsa ini, karena dipunggungnyalah mereka pikul masa depan bangsa ini. Anak adalah amanah terbesar bagi kita sebagai orang tua dan guru, yang apabila kita salah mendidik berarti kita sangat berdosa karenanya.  Anak adalah aset terbesar bangsa ini, karena dipunggungnyalah mereka pikul masa depan bangsa ini, serta di tangan merekalah karya – karya besar yang akan diciptakan untuk mengharumkan bangsa ini.
                Namun sudahkan memberikan hak – haknya kepada mereka?. Sudahkah kita memberikan perhatian dan pengawasan secara optimal, kontinyu?. Kemudian sudahkah kita belajar memahamai kondisi mereka?. Apalagi di awal perkembangan mereka disaat mereka menjadi remaja, adalah saat – saat tersulit bagi mereka mengontrol dirinya karena fase perkembangan mereka. Orang tua harus memahami kondisi tersebut.
                Sebuah kesalahan besar jika orangtua menghakimi anak remaja yang telah melakukan kesalahan atau pelanggaran tanpa memperhatikan factor penyebab kesalahan atau pelanggaran yang telah dilakukan anak remaja tersebut. Karena yang jelas kondisi remaja adalah kondisi di mana dia sedang mengalami peralihan, antara masa ANAK dan DEWASA yang berlangsung kira – kira usia 12 – 16 tahun. Remaja itu sendiri memiliki arti yaitu TUMBUH atau tumbuh menjadi DEWASA. Problematika yang sering terjadi biasanya adalah perbedaan keinginan dan dan pemikiran antara ORANG TUA dan ANAK. Maka dari itu sebelum menghakimi anak remaja perhatikan terlebih dahulu apa penyebabnnya, karena biasanya ada 3 hal yang sangat mempengaruhi perilaku penyimpangan remaja yaitu:
a.       Faktor Eksternal yaitu Lingkungan/tempat pergaulan mereka
b.      Faktor Internal yaitu kondisi perkembangan spikis dan biolisnya
c.       Faktor keluarga yaitu kurangnya perhatian, pengawasan dan pemahaman orangtua terhadap kondisi remaja
Maka dari itu dari itu  JANGAN SELALU SALAHKAN ANAK jika melakukan pelanggaran dan penyimpangan, tetapi kita sebagai orangtua harus mampu berkaca diri dan introspeksi karena bisa jadi kita belum memahami tiga hal di atas.
Wahai para orangtua dan guru sisihkanlah waktu anda untuk bisa memperhatikan anak, berikan ruangwaktu bagi mereka untuk mendapatkan perhatian dan kasih sayang. Perhatian, pengawasan dan kepahaman anda sebagai orangtua sangat diperlukan dan di nantikan oleh mereka.
 Wallahu Alam [ Agung ]
Kenakalan Remaja, Yang Salah Siapa ?

Kenakalan Remaja, Yang Salah Siapa ?

Kenakalan remaja biasanya dilakukan oleh remaja-remaja yang gagal dalam menjalani proses-proses perkembangan jiwanya, baik pada saat remaja maupun pada masa kanak-kanaknya. Masa kanak-kanak dan masa remaja berlangsung begitu singkat, dengan perkembangan fisik, psikis, dan emosi yang begitu cepat.
Secara psikologis, kenakalan remaja merupakan wujud dari konflik-konflik yang tidak terselesaikan dengan baik pada masa kanak-kanak maupun remaja para pelakunya. Seringkali didapati bahwa ada trauma dalam masa lalunya, perlakuan kasar dan tidak menyenangkan dari lingkungannya, maupun trauma terhadap kondisi lingkungannya, seperti kondisi ekonomi yang membuatnya merasa rendah diri. Kenakalan remaja dapat dikategorikan ke dalam perilaku menyimpang. Dalam perspektif perilaku menyimpang masalah sosial terjadi karena terdapat penyimpangan perilaku dari berbagai aturan-aturan sosial ataupun dari nilai dan norma sosial yang berlaku.
Secara singkat, penyebab terjadinya kenakalan remaja disebabkan oleh faktor dari dalam diri sendiri maupun faktor yang berasal dari luar. Faktor dari diri sendiri disebabkan karena adanya kontrol diri yang lemah. Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku ‘nakal’. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya

Kemudia faktor yang berasal dari luar adalah keharmonisan keluarga seperti perceraian orang tua, tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga, atau perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja. Pendidikan yang salah di keluarga, seperti terlalu memanjakan anak dan tidak memberikan pendidikan agama, hal inilah yang menyebabkan terpicunya kenakalan anak anda. Selain itu faktor pergaulan teman sebaya, lingkungan tempat tinggal, sekolah juga dapat menjadi penyebab kenakalan remaja.

Mengatasi kenakalan remaja, berarti menata kembali emosi remaja yang tercabik-cabik itu. Emosi dan perasaan mereka rusak karena merasa ditolak oleh keluarga, orang tua, teman-teman, maupun lingkungannya sejak kecil, dan gagalnya proses perkembangan jiwa remaja tersebut. Trauma-trauma dalam hidupnya harus diselesaikan, konflik-konflik psikologis yang menggantung harus diselesaikan, dan mereka harus diberi lingkungan yang berbeda dari lingkungan sebelumnya.
Pertanyaannya : tugas siapa itu semua ? Orang tua-kah ? Sedangkan orang tua sudah terlalu pusing memikirkan masalah pekerjaan dan beban hidup lainnya. Saudaranya-kah ? Mereka juga punya masalah sendiri, bahkan mungkin mereka juga memiliki masalah yang sama. Pemerintah-kah ? Atau siapa ? Tidak gampang untuk menjawabnya. Tetapi, memberikan lingkungan yang baik sejak dini, disertai pemahaman akan perkembangan anak-anak kita dengan baik, akan banyak membantu mengurangi kenakalan remaja. Minimal tidak menambah jumlah kasus yang ada.”

Kenakalan remaja, merupakan salah si anak? atau orang tua? Karena ternyata banyak orang tua yang tidak dapat berperan sebagai orang tua yang seharusnya. Mereka hanya menyediakan materi dan sarana serta fasilitas bagi si anak tanpa memikirkan kebutuhan batinnya. Orang tua juga sering menuntut banyak hal tetapi lupa untuk memberikan contoh yang baik bagi si anak. Sebenarnya kita melupakan sesuatu ketika berbicara masalah kenakalan remaja, yaitu hukum kausalitas. Sebab, dari kenakalan seorang remaja selalu dikristalkan menuju faktor eksternal lingkungan yang jarang memperhatikan faktor terdekat dari lingkungan remaja tersebut dalam hal ini orang. Orang  selalu menilai bahwa banyak kasus kenakalan remaja terjadi karena lingkungan pergaulan yang kurang baik, seperti pengaruh teman yang tidak benar, pengaruh media massa, sampai pada lemahnya iman seseorang.
Setelah diketahui penyebab terjadinya kenakalan remaja, maka ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi kenakalan remaja adalah :
  1. Kegagalan mencapai identitas peran dan lemahnya kontrol diri bisa dicegah atau diatasi dengan prinsip keteladanan. Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik juga mereka yang berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal pada tahap ini.
  2. Adanya motivasi dari keluarga, guru, teman sebaya untuk melakukan point pertama.
  3. Kemauan orang tua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis, komunikatif, dan nyaman bagi remaja.
  4. Remaja pandai memilih teman dan lingkungan yang baik serta orangtua memberi arahan dengan siapa dan di komunitas mana remaja harus bergaul.
  5. Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh jika ternyata teman sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai dengan harapan.
  6. Pemberian ilmu yang bermakna yang terkandung dalam pengetahuan  dengan memanfaatkan film-film yang bernuansa moral, media massa ataupun perkembangan teknologi lainnya.
  7. Memberikan lingkungan yang baik sejak dini, disertai pemahaman akan perkembangan anak-anak kita dengan baik, akan banyak membantu mengurangi kenakalan remaja
  8. Membentuk suasana sekolah yang kondusif, nyaman buat remaja agar dapat berkembang sesuai dengan tahap perkembangan remaja.
Itulah beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengatasi kenakalan remaja. Akan tetapi sebelum kita bertindak lebih jauh mengatasi kenakalan anak kita harus tau dulu, Apa penyebabnya? Apa solusinya? Kemudian kita refleksikan pada anak “Apa janjimu untuk dirimu, temanmu, keluargamu dan negaramu?” Semoga bermanfaat [ belajarpsikologi.com ]

Tahapan Perkembangan Remaja Yang Harus Diketahui Orangtua dan Guru

Tahapan Perkembangan Remaja Yang Harus Diketahui Orangtua dan Guru

Fiqhislam.com - Remaja dalam bahasa Inggris diartikan sebagai Adolescence yang berarti periode perkembangan fisik dan psikologi seseorang dari masa pubertas sampai kepada tahap pertumbuhan yang maksimal dan kematangan organ-organ tubuh. 
Atau secara etimologi, remaja dapat di defenisikan sebagai periode perkembangan seseorang mulai dari puncak pubertas sampai kepada status dewasa. Kondisi ini biasanya dimulai antara umur 11 atau 13 tahun sampai umur 18 atau 20 tahun. 
Selama periode ini seseorang akan mengalami perkembangan fisik yang cepat, psikologi, emosional dan perubahan kepribadian (1).
Beberapa refrensi juga menguraikan bahwa remaja merupakan istilah yang umum digunakan untuk menggambarkan tahap transisi antara masa kanak-kanak dengan dewasa. Remaja juga sering di istilahkan dengan masa/usia muda atau masa pubertas, akan tetapi kedua istilah tersebut sangat jauh berbeda, dimana pubertas mengacu pada perubahan hormonal sedangkan masa/usia muda bisa diartikan secara luas bahkan melewati masa remaja itu sendiri (2).
Tidak ada satupun defenisi ilmiah tentang batasan umur remaja, karena masing-masing orang memiliki tahapan perkembangan yang berbeda-beda, tergantung genetic, asupan makanan dan kondisi lingkungan. Akan tetapi banyak peneliti dan ahli tumbuh kembang di Amerika menggunakan rentang usia 10-24 tahun sebagai rentang usia remaja (3).
Selanjutnya the American Academy of Child and Adolescent Psychiatry membuat pengelompokan remaja menjadi 3 (tiga) bagian, yaitu :

  1. Remaja awal, dengan rentang usia antara 11-13 tahun

  2. Remaja pertengahan, dengan rentang usia antara 14-18 tahun

  3. Remaja akhir, dengan rentang usia antara 19-24 tahun
Setiap tahapan usia di atas memiliki karakteristik masing-masing, mulai dari perkembangan fisik, kogitif dan social-emosional. Uraian tentang karakteristik tersebut akan kami uraian pada tulisan berikutnya. 

Tahapan Perkembangan Remaja

Remaja awal (11-13 tahun)

Perkembangan fisik

Beberapa perkembangan fisik yang terjadi pada periode ini adalah pertumbuhan rambut pada beberapa area tubuh, meningkatnya produksi dan pengeluaran keringat serta minyak pada rambut dan kulit, kejadian ini biasa juga disebut dengan istilah tanda-tanda pubertas pada seseorang.
Pada remaja perempuan, payudara mulai mengalami pembesaran serta mulai mengalami menstruasi, sedangkan pada remaja laki-laki, alat kelamin mulai mengalami pertumbuhan, mimpi basah serta perubahan suara. Periode ini juga merupakan periode dimana berat badan dan tinggi badan mengalami perkembangan yang luar biasa.

Perkembangan Kognitif

Pada tahapan ini, kemampuan berfikir mulai tumbuh dan pada umumnya sudah mulai berfikir tentang masa depan meskipun dalam taraf terbatas dan aspek moral selalu menjadi perhatian.

Perkembangan Sosial-Emosional

Remaja pada tahapan ini mulai berusaha menunjukkan identitas dirinya,  muncul perasaan canggung  saat bertemu dengan seseorang, konflik dengan orang tua meningkat, pengaruh teman sebaya sangat besar, memiliki perasaan bebas dan tidak mau diatur, memiliki kecenderungan berperilaku kekanak-kanakan khususnya jika mereka mengalami stress, sifat moodi meningkat, ketertarikan kepada lawan jenis juga meningkat.

Remaja pertengahan (14-18 tahun)

Perkembangan fisik

Pertumbuhan pubertas pada tahapan ini sudah sempurna, disisi lain pertumbuhan fisik pada perempuan mulai melambat akan tetapi pada remaja laki-laki terus berlanjut.

Perkembangan Kognitif

Kemampuan berfikir terus meningkat, sudah mulai mampu menetapkan sebuah tujuan, tertarik pada hal-hal yang lebih rasional dan mulai berfikir tentang makna sebuah kehidupan

Perkembangan Sosial-Emosional

Pada periode ini, remaja mulai melibatkan diri secara intens dalam sebuah kegiatan yang ia senangi, mengalami perubahan dari harapan yang tinggi tetapi dengan konsep diri yang kurang. Body Image terus berlanjut, kecenderungan untuk jauh dari orang tua semakin meningkat dan semakin ingin bebas dari orang tua, pengaruh teman sebaya juga masih sangat kuat, issu popularitas bisa mejadi sangat penting dalam periode ini, perasaan cinta dan gairah pada lawan jenis semakin meningkat.

Remaja akhir (19-24 tahun)

Perkembangan fisik

Pertumbuhan fisik pada remaja putri biasanya sudah mencapai pada puncaknya atau sudah sempurna, sedangkan pada remaja putra, masih terus berlanjut khususnya pada peningkatan berat, tinggi, massa otot dan rambut pada tubuh.

Perkembangan Kognitif

Mereka sudah mulai memiliki kemampuan untuk memikirkan sebuah ide mulai dari awal sampai akhir, kemampuan untuk menunda kepuasan atau kegembiraan, mulai peduli pada masa depan dan berpikir rasional.

Perkembangan Sosial-Emosional

Identitas diri semakin kuat, termasuk identitas seksual, stabilitas emosi dan kepedulian terhadap orang lain semakin meningkat, semakin mandiri, hubungan antar teman sebaya tetap menjadi issu yang penting dan hubungan dengan lawan jenis semakin serius.
Sumber : The American Academy of Child and Adolescent Psychiatry: Facts for Families

Jumat, 22 November 2013

Siapakah Bapak TIK?

Siapakah Bapak TIK?

Selamat datang di website Ilmu Sains. Di sini kita menyediakan informasi, berita dan pertanyaan mengenai dunia sains untuk guru-guru dan siswa-siswi.
Alexander Graham Bell
Apakah ini Bapaknya TIK? (Teknologi Info Komunikasi) Salah satu kata yang sering muncul di dunia sains di film, novel dan komik adalah "Mad" (Gila), misalnya kita sering mendengar "Mad Scientist". Tetapi seperti kata 'benci' diangkat sebagai singkatan untuk 'benar-benar cinta', 'gila' adalah singaktan untuk 'giat lankah'. Kalau kita melaksankan sesuatu yang luar biasa kita sering disebut gila, pada hal itu bisa sebagai langkah awal ke sesuatu yang dapat merubah gaya hidup manusia di seluruh dunia, misalnya lampu listrik, telpon, dll. Tanpa orang gila begini kita tidak dapat cepat maju!.

Sains adalah ilmu yang seperti ilmu lain terus menambahkan pengetahuan dari penelitian oleh orang yang berdisiplin dan rajin. Tetapi seringkali kemajuan sains muncul dari idea yang dari awal dianggap gila. Kita harus berani dan percaya diri, dan ingat bahwa kita dapat gagal 1000 kali dalam kegiatan percobaan, tetapi kita hanya perlu berhasil sekali, dan idea kita sudah terbukti.
Sains dan Teknologi telah melekat erat ke dalam setiap gaya hidup dan kehidupan modern, bahkan begitu pentingnya bagi pelajar, dan menjadi tuntutan dalam kehidupan professional kita, maka belajar sains dan mengembangan ketrampilan sains dan teknologi pada saat ini adalah sangat penting dan menjadi keniscayaan.

Pentingnya terampil berkomunikasi dapat dibuktikan secara sepintas melalui berbagai surat kabar harian/koran. Kebanyakan lowongan pekerjaan untuk posisi-posisi penting selalu mempersyaratkan penguasaan teknologi. Bahkan saat ini begitu terasa pentingnya bagi para pelajar Indonesia bertepatan dengan usaha-usaha pemerintah untuk meningkatkan investasi asing di Indonesia.

Pengetahuan dan keterampilan ilmu sains dan teknologi memungkinkan kita dapat memasuki berbagai bidang profesi, namun demikian tanpa dibarengi dengan pengembangan kreativitas pribadi maka keterampilan itu sendiri menjadi tidak berarti dan tidak menjamin dengan sendirinya masa depan yang cerah atau adanya pengembangan karir pribadi yang pasti

Pemecahan MasalahSains dan teknologi merupakan sarana yang tepat untuk mengembangkan kreatifitas termasuk mengembangkan keterampilan dalam pemecahan masalah (problem solving). Berkaitan dengan praktek pengajaran modern di sekolah, pembelajaran kontekstual (di Indonesia dikenal sebagai PAKEM) maka para pelajar dapat beraktifitas baik secara individu, berpasangan ataupun secara berkelompok. Bertukar fikiran dan saling mengembangkan secara konstruktif adalah bagian penting dalam mengembangkan kepribadian kita. Foto di atas kita dapat melihat beberapa hal yang salah. Pertanyaan kami: berapa hal yang anda dapat melihat yang salah di fotonya? (foto besar ada)

Bertukar pendapat dan pengetahuan tidak hanya terbatas di sekolah atau kantor. Sama pentingnya adalah kita di dalam masyarakat global bertukar informasi sains dan teknologi dengan masyarakat yang lebih luas baik di dalam negri maupun dengan masyarakat dunia.
Di website ini kami menyediakan kesempatan untuk membahas hal-hal terkait dengan sains dan teknologi, memasang link ke situs sains dan teknologi, atau mamasang informasi mengenai pengembangan ilmu sains dan teknologi.
Kami berharap partisipasi anda dari semua propinsi untuk memajang idea-idea dan hasil praktek-praktek baru di Indonesia.

Software Pendidikan Laris Di Pasaran

JAKARTA, KOMPAS.com — Industri kreatif di bidang perangkat lunak pendidikan di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pendidikan di dalam dan luar negeri cukup menjanjikan. Sedikitnya dua pengembang perangkat lunak asli Indonesia yang bisa menembus pasar dunia.

Hal tersebut terungkap dalam pertemuan perusahaan pengembang konten pendidikan, animasi, dan gim yang digelar Paguyuban Pengembang Software Edukasi Indonesia dan Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi (MIKTI) di Jakarta, Selasa (29/11/2011).

Sekretaris Jenderal MIKTI Hari Sungkari mengatakan, Indonesia punya potensi yang menjanjikan di bidang gim, edukasi, musik digital, animasi, dan perangkat lunak (software) atau disingkat GEMAS. Indonesia punya daya saing di bidang GEMAS. Seperti musik, sudah bisa jadi tuan di negeri sendiri, kata Hari.

Meskipun demikian, Hari mengingatkan agar perusahaan perangkat lunak di Indonesia jangan jadi tukang jahit atau terima pesanan saja. Justru harus bisa mengembangkan sendiri. Dengan demikian, nanti kita menikmati kekayaan dari royalti, katanya.

MIKTI telah melakukan sejumlah kegiatan mulai dari business couching, penyuluhan hak kekayaan intelektual hingga membantu pemula yang hendak menjalani bisnis kreatif dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Hary S Candra, Koordinator Paguyuban Pengembang Software Edukasi Indonesia, mengemukakan, Indonesia bisa dikenal dunia dari produk perangkat lunak pendidikan. Semisal PT Pesona Edukasi yang mengembangkan perangkat lunak Matematika dan Sains tingkat SD-SMA/SMK sudah diekspor ke 23 negara.

Bahkan, sudah ada tiga institusi internasional lagi yang tertarik dengan software pendidikan Indonesia. Ini peluang emas buat Indonesia untuk ekspor software pendidikan ke mancanegara, kata Hary, yang juga Marketing Director PT Pesona Edukasi.

Hary optimistis, suatu saat nanti Indonesia dapat dikenal dunia lewat produk perangkat lunak pendidikannya, baik yang sesuai kebutuhan kurikulum sekolah dan perguruan tinggi maupun untuk pendidikan umum. Untuk itu, Paguyuban Pengembang Software Edukasi Indonesia berupaya memperkuat kerja sama di antara perusahaan-perusahaan pengembang perangkat lunak di dalam negeri.

Di Indonesia sendiri, kucuran dana APBN untuk kebutuhan perangkat lunak pendidikan mencapai Rp 1,75 triliun. Sementara di dunia, ada 1,4 miliar anak yang membutuhkan perangkat lunak pendidikan

Wi-Fi Kurangi Kesuburan Pria? Benarkah

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON - Penelitian terbaru, meskipun dalam skala kecil menunjukkan bahwa penggunaan Wi-Fi dapat merusak sperma dan menurunkan kesuburan pria. Penyebabnya, menurut Reuters Health, disebabkan karena radiasi elektromagnetik yang dihasilkan oleh perangkat komunikasi nirkabel.

Dalam studi yang dipublikasikan dalam jurnal Fertility and Sterility, peneliti mengambil sampel semen dari 29 sukarelawan sehat. Semen diletakkan di bawah laptop Wi-Fi-enabled dan terhubung ke internet. Setelah empat jam, 25 persen sperma tak lagi berenang. Sembilan persen dari semen yang diuji bahkan mengalami kerusakan DNA. Sementara itu, sampel semen yang diletakkan di dekat laptop yang dihidupkan tapi tak terhubung dengan internet menunjukkan kerusakan minimal. Begitu pula dengan sampel yang disimpan secara terpisah.

Penelitian kami menunjukkan bahwa penggunaan komputer laptop terhubung ke Internet dan diposisikan dekat organ reproduksi laki-laki dapat menurunkan kualitas sperma, demikian ditulis oleh para peneliti dalam jurnal tersebut. Namun, mereka masih belum yakin apakah temuan ini berlaku pada semua perangkat nirkabel, atau ada faktor lain yang berpengaruh.

Temuan ini cukup mencemaskan jutaan pria yang biasa menggunakan laptop di pangkuan mereka, atau menyimpan smartphone di saku. Menurut American Urological Association, hampir satu dari enam pasangan Amerika mengalami kesulitan hamil. Setengah dari kesulitan kehamilan itu disebabkan karena masalah pada kesuburan pria.

Untuk kesuburan yang optimal, seorang pria harus memiliki 70 juta sperma per milimeter. Faktor lingkungan merupakan salah satu yang cukup berpengaruh dalam menurunkan jumlah sperma. Studi yang diterbitkan pada awal November menunjukkan bahwa panas yang dihasilkan karena memegang laptop selama 10-15 menit berbahaya untuk merusak sperma.

Beberapa ilmuwan mengatakan mereka tidak percaya menggunakan laptop akan membuat pria mandul. Tapi, dalam kasus ini mereka menyarankan agar menggunakan laptop di meja, tidak di pangkuan...............

18 Kontainer laptop Untuk Guru

KOMPAS.com - Dinas Pendidikan (Disdik) Kutai Kartanegara (Kukar) menyerahkan 13.098 unit laptop kepada guru se-Kukar, Selasa (20/12/2011). Penyerahan secara simbolis digelar di Pendopo Bupati Kukar.

Laptop didatangkan langsung dari Jakarta menggunakan kapal. Kasi Pembangunan Disdik Kukar, Jaka Rahayu mengatakan, belasan ribu laptop ini didatangkan secara bertahap.

Selanjutnya, laptop ini diangkut menggunakan 18 kontainer. Penyerahan laptop juga dibarengkan dengan peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-66, ujarnya.

Pemberian laptop kepada para guru ini dimaksudkan untuk menunjang peningkatan kualitas guru di Kukar. Laptop yang didatangkan dari Jakarta ini berjumlah 13.200 unit. Jumlah laptop sengaja dilebihkan untuk cadangan apabila terdapat laptop yang rusak atau cacat, tuturnya.

Dalam proses lelang kemarin, laptop merek HP ini sempat diujicoba dengan cara dibanting, diinjak dan disiram........................

Kamis, 18 April 2013

Astaghfirullah...Shalat Kok Dilecehkan..!

Astaghfirullah...Shalat Kok Dilecehkan..!


Astagfirullah. Orang tua, pendidik, lembaga pendidikan dan semua Muslim khususnya di Kabupaten Toli Toli patut prihatin dengan kelakuan sekelompok pelajar dalam video ini. Tanpa menutup aurat dengan baik, mereka terlihat sedang memperagakan shalat. Parahnya, di tengah-tengah shalat didengarkan iringan musik barat. Lalu mereka pun berjoget di tengah shalat mengikuti iringan musik tersebut.

Selain beredar di Youtube, video pelajar berkaos "SMA Negeri 2 Tolitoli" melecehkan shalat itu juga beredar di facebook dan menuai beragam komentar negatif. Lepas dari niat bercanda atau main-main, melecehkan shalat tidak dapat dibenarkan.

Karenanya sekelompok pelajar dalam video itu diminta bertaubat dan membuat pernyataan maaf atas video melecehkan shalat tersebut. Sedangkan pihak sekolah dan orang tua diminta untuk memberikan pendidikan Islam yang baik bagi pelajar tersebut agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Mereka juga perlu diingatkan bahwa generasi muda seperti mereka akan menjadi penentu masa depan bangsa.


Gara - Gara Fotokopy Soal, UN Sampai Sore Hari

DENPASAR, KOMPAS.com — Calon generasi penerus bangsa benar-benar mendapat ujian hebat di tengah kekacauan ujian nasional (UN). Di Kabupaten Badung, Bali, meski UN sudah diundur selama tiga hari, masih ada lima sekolah yang belum menerima soal sehingga terpaksa memfotokopi dengan meminjam soal dari sekolah terdekat.
Akibat keteledoran ini, jadwal ujian jadi molor gara-gara panitia UN harus menggandakan ratusan soal dengan cara fotokopi. Salah satunya dialami SMA Negeri 1 Mengwi, Badung. Jadwal ujian di sekolah ini yang seharusnya dimulai pukul 07.30 Wita baru bisa digelar pukul 10.00 Wita.
"Anak-anak selesai mengerjakan soal pertama pukul 12. Istirahat sejam, habis itu dilanjutkan. Jadi, anak-anak pulang pukul 3 sore. Kasihan mereka kalau seperti ini," ujar Kepala SMAN 1 Mengwi, Made Oka Haryana, di sela UN.
Tak beda jauh dengan yang dialami SMA Negeri 1 Mengwi, SMAN 2 Mengwi juga kelimpungan memfotokopi soal-soal UN. "Ya, dikerjakan semampunya saja. Sesuai kesepakatan, soal difotokopi, ya kami fotokopi," kata Kepala SMAN 2 Mengwi Ketut Sudarsa pasrah.
Seperti diberitakan, lima sekolah di Kabupaten Badung, Bali, belum menerima soal UN saat pelaksanaan UN hari pertama, Kamis (18/4/2013). Kelima sekolah tersebut adalah SMAN 1 Kuta Utara, SMAN 1 Mengwi, SMAN 2 Mengwi, SMAN 1 Petang, serta SMA Taman Rama, Kuta.
Kepala sekolah dan guru-guru SMAN 1 Mengwi langsung panik saat mendengar sekolahnya belum menerima soal UN. Panitia UN kemudian menjalankan instruksi Kepala Dinas Pemuda Pendidikan dan Olahraga Badung untuk memfotokopi soal. UN di Kabupaten Badung diikuti 3.168 siswa SMA dan 3.113 siswa SMK.

20 Joki UN Paket C Wajib Lapor

TUBAN, KOMPAS.com — Dua puluh orang yang menjadi joki ujian nasional (UN) peserta Kelompok Belajar Paket C di Pondok Pesantren Alya'un Najwa, Desa Mentoro, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dikenai wajib lapor. Mereka telah dipulangkan Kamis (18/4/2014) setelah menjalani pemeriksaan di Kepolisian Resor Tuban.
Kepala Subbagian Humas Kepolisian Resor Tuban Ajun Komisaris Noersento menyatakan, pemulangan joki itu tidak menghentikan penyidikan. Sementara para joki sebagai saksi, tetapi bila ditemukan bukti baru bisa saja statusnya ditingkatkan menjadi tersangka.
"Sejauh ini para joki tidak terlibat atau bertransaksi langsung dengan peserta yang digantikan. Mereka hanya menuruti perintah kiai yang menjadi otak dan perencana perjokian dan ditetapkan tersangka," kata Noersento.
Ia menegaskan, pemulangan itu mempertimbangkan status joki yang sebagian besar siswa madrasah aliyah dan madrasah tsanawiyah yang berusia belasan tahun. Selain itu, mereka juga dinilai kooperatif selama penyelidikan. "Mereka diberi pembinaan bahwa menjadi joki itu melanggar aturan hukum dan tidak sesuai dengan ajaran agama tentang kejujuran," tuturnya.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tuban Sutrisno menyatakan, 20 peserta yang digantikan para joki dipastikan tidak lulus. Izin penyelenggaraan Kelompok Belajar Paket C di Ponpes Alya'un Najwa bisa dicabut. Perjokian masuk pelanggaran berat dalam ujian nasional. "Kasus pidananya wewenang kepolisian. Kami hanya menangani masalah administrasi," katanya.

Rabu, 17 April 2013

Kurikulum 2013 Terlalu Mendadak, Dan Ditolak

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Sejumlah organisasi massa yang tergabung dalam Aliansi Revolusi Pendidikan menolak rencana implementasi Kurikulum 2013 tahun ajaran 2013/2014.

Aliansi ini terdiri dari Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Federasi Guru Independen Indonesia (FGII), Forum Musyawarah Guru Jakarta (FMGJ), Indonesia Corruption Watch (ICW), Sekolah Tanpa Batas (STB), Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI), Koalisi Pendidikan, Solidaritas Anak Jalanan untuk Demokrasi (SALUD), BEM UNJ, Aliansi Orang Tua Murid Peduli Pendidikan (APPI), dan praktisi pendidikan.

Mereka menyebut Kurikulum 2013 diputuskan secara mendadak dan menelan anggaran hingga Rp 2,49 triliun. “Sampai saat ini DPR juga belum menyetujui anggaran melekat yang diajukan pemerintah untuk dialihkan ke program Kurikulum 2013. Meskipun demikian, Kemendikbud tetap saja menjalankan seluruh proses perubahan kurikulum. Lalu dari mana dana-dana tersebut?” ujar Koordinator Monitoring Pelayanan Publik Indonesia Corruption Watch (ICW) Febri Hendri.

Selain menyampaikan penolakan kurikulum, aliansi juga mendesak pemerintah menghentikan Ujian Nasional (UN) dan menghapuskan komersialisasi pendidikan.

Peneliti ICW, Siti Juliantari Rachman, mengatakan, langkah ini diambil agar pihak kementerian mau mendengar aspirasi yang disampaikan dan mempertimbangkan agar Kurikulum 2013 tidak begitu saja diterapkan pertengahan Juli mendatang. “Ini kurikulum instan yang efeknya dikhawatirkan akan merugikan anak bangsa nantinya,” katanya.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Musliar Kasim mengatakan, sulit membatalkan kurikulum yang sudah dipersiapkan pada Juli 2013 itu. Apalagi, saat ini persiapan sedang dalam tahapan percetakan buku dan pelatihan guru.

Musliar mengungkapkan, sebelum membatalkan kurikulum yang berbasis saintifik-integratif tersebut, pihak yang menolak kurikulum harus lebih dulu mendengar penjelasan dari pemerintah. “Jika perlu dalam debat terbuka,” kata Musliar.

Pada debat tersebut, Musliar berjanji siap memberikan penjelasan. Tapi, debat harus fair dan mengundang semua pihak. “Jangan hanya menghadirkan yang menolak saja karena kalau dasarnya sudah menolak, dikasih penjelasan seperti apa pun tetap menolak,” tuturnya.

Terkait anggaran yang dipersoalkan ICW, Musliar menjelaskan, itu telah sesuai dengan RKA/KL Kemendikbud. Soal anggaran yang berubah-ubah, Musliar mengaku, dalam pengajuan anggaran Kurikulum 2013 kementerian memang belum bisa mengajukan anggaran yang pas sejak awal.

“Kami belum bisa mengajukan anggaran yang pas karena uji publik minta penerapan kurikulum tidak 30 persen,” ujarnya
SBY Bahas Kurikulum 2013

SBY Bahas Kurikulum 2013

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono  ini dijadwalkan memimpin  rapat kabinet terbatas bidang pendidikan membahas kurikulum 2013 di Kantor Presiden.

Rapat tersebut direncanakan berlangsung pada pukul 14.00 WIB dan akan dihadiri oleh sejumlah menteri terkait.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh mengatakan pemerintah terus menyiapkan implementasi Kurikulum 2013 sebelum diberlakukan mulai Juli ini, antara lain dengan mematangkan buku pelajaran serta menyiapkan proses bagi pelatihan guru sesuai dengan kurikulum baru.

"Sekarang kami matangkan buku. Sedang proses. Buku selesai, lalu latihan guru. Latihan guru pun tidak terburu-buru. Kami akan manfaatkan musim libur, yaitu pertengahan Juni. Itu libur satu bulan kira-kira," katanya belum lama ini.

Mendikbud mengatakan untuk masalah anggaran sudah disetujui oleh DPR sehingga tidak ada masalah. Sementara soal pelatihan guru dan juga penyusunan buku tetap dianggarkan baik ada kurikulum baru maupun tidak.

Menurut Mendikbud,  pola pelatihan terhadap Kurikulum 2013 dilakukan dengan model instruktur nasional akan melatih guru inti. Guru inti melatih guru secara massif.
“Pelatihan guru yang masif dilakukan pada Juni. Pelatihan instruktur nasional dan guru inti kira-kira mulai April atau Mei," katanya.

Kualitas Kertas UN tahun Ini Menurun

PALEMBANG, KOMPAS.com — Kertas lembar jawaban ujian nasional (LJUN) tingkat SMA dan sederajat kualitasnya menurun dibandingkan kondisi tahun lalu, sehingga pemindaian sempat mengalami eror sebanyak 25 persen, demikian dikatakan Ketua Panitia Ujian Nasional Palembang, Zulkifli.
Zulkifli saat dijumpai di Sekretariat panitia UN Palembang, Rabu, mengakui sempat terjadi eror karena kertas yang agak tipis, sehingga mudah terlipat. Meski demikian, kata dia, hambatan tersebut dapat diatasi dengan memotong bagian yang terlipat dan meluruskannya. "Tidak perlu khawatir semua lembar jawaban peserta ujian pasti akan terbaca," kata Zulkifli, Rabu (17/4/2013).
Ia mengatakan, untuk pemindaian, panita Ujian Nasional tingkat SMA dan sekolah sederajat di Sumsel telah menyediakan enam alat pemindai jawaban dengan kapasitas 5.000 lembar per jam.
"Kami juga menyiapkan dua pemindai cadangan agar bisa mengejar target merampungkan lembar jawaban ujian nasional (LJUN) sebelum 1 Mei," katanya.
Distribusi LJUN dari rayon 11 kabupaten dan empat kota di Sumsel sendiri diperkirakan lengkap sesuai jadwal pada Jumat (19/4/2013) ini. Sementara itu, LJUN sudah mulai masuk ke sekretariat untuk dipindai sejak Senin sore (15/4/2013). "Sebagian besar lembar jawaban dari daerah sudah masuk dan diterima tim penerima LJUN," jelasnya.
"Selanjutnya amplop-amplop berisikan LJUN itu dicek lalu serah terima dengan petugas untuk diterima tim labelling yang memeriksa isi amplop, disesuaikan dengan daftar peserta ujian," katanya.
Pantauan Antara, pelaksanaan UN hingga Rabu atau hari ketiga ini berjalan lancar, dan belum ada keluhan para siswa yang sedang menjalani ujian akhir tersebut.
Erik, salah satu siswa MAN 3 Palembang yang juga peserta UN mengaku mempunyai keyakinan bisa melalui proses pengisian soal-soal ujian dengan baik karena sudah mempersiapkan diri sejak jauh hari.
Diakuinya, situasi dan kondisi selama tiga hari menjalani UN sejak Senin hingga Rabu ini memang jauh berbeda dibandingkan UN tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, hal ini disampaikannya berdasarkan pengakuan alumni yang lebih dahulu lulus.
"Kalau peserta UN tahun lalu soal ujian semua mata pelajaran sama, sedangkan tahun ini sama sekali berbeda karena soal diberikan antara siswa satu dengan lainnya dalam satu kelas berbeda, jadi tidak ada kesempatan untuk saling memberi tahu," katanya.
Namun demikian, kata dia, siswa SMA dan sekolah sederajat tingkat akhir yang sedang menjalani ujian nasional sekarang ini patut bersyukur karena pelaksanaan UN sesuai jadwal

Rabu, 06 Juni 2012

PNS Tidak Produktif dan Moral Hazard Di Pecat Saja Secara Tidak Hormat

Keberanian menteri keuangan Agus Martowaddojo mengungkap keboncoran biaya perjalanan dinas mencapai 30-40 persen perlu di apresiasi. Akan tetapi ungkapan tersebut tidak akan ada artinya kalau tidak diiringi dengan tindakan nyata dari kementerian dan lembaga terhadap PNS-PNS yang melakukan penyimpangan biaya perjalanan dinas. Kalau ada PNS yang ada di Kementerian dan Lembaga yang seperti demikian atau melakukan “Moral Hazard” terhadap biaya perjalanan dinas yang diberikan negara untuk melakukan tugas kenegaraan di pecat saja secara tidak hormat, karena para PNS itu sudah diberikan amanah oleh rakyat dan negara, serta gaji yang mereka peroleh selama ini adalah dari penerimaan pajak yang dibayar oleh rakyat ke negara. Kalaulah mereka melakukan penyimpangan terhadap biaya tersebut harus di tindak tegas, kata Muhammad Firdaus – anggota komisi XI DPR RI.
Berdasarkan data dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi jumlah anggaran perjalanan dinas PNS di tahun ini sebesar Rp 18 triliun. Jumlah yang cukup besar bagi PNS dalam melakukan perjalanan dinas. Seharusnya anggaran tersebut dapat di manfaatkan oleh PNS dalam melakukan pekerjaan-pekerjaan yang banyak manfaatnya buat bangsa dan negara ini, agar bangasa ini tidak terus terpuruk kepada jurang kehancuran bukan sebaliknya malah menyalah gunakan anggaran tersebut apalagi sampai bocor 30-40 persen guna memperkaya diri sendiri, ungkap politisi Partai Keadilan Sejahtera ini.
Oleh karena itu, pemerintah harus membuat aturan yang tegas dan pengawasan yang super ketat terhadap penggunaan anggaran perjalanan dinas PNS agar bisa lebih efektif dan efisien dalam pengunaannya. Siapapun yang menggunakan uang rakyat harus mepertanggung jawabkannya secara baik dan benar. Tidak boleh ada cara-cara untuk memperkaya diri sendiri apalagi sebagai tambahan untuk tunjangan hari raya (THR), karena itu sudah ada pos tersendiri. Bahkan setiap tahunnya semua PNS mendapatkan gaji ke 13 dari penghasilan mereka meskipun mereka tidak bekerja. Kalau masih ada PNS yang berfikir untuk mencari keuntungan pribadi ini adalah perlakukan yang tidak baik, mengingat semua PNS di gaji dan dihidupi oleh pajak yang dibayarkan rakyat kepada negara. Yang perlu menjadi perhatian bagi para PNS berapapun gaji yang diterima prinsipnya harus di syukuri saja, karena dengan bersyukur itu Allah tidak akan menyia-nyiakan hamba yang sudah bekerja dengan sungguh-sungguh untuk tidak mendapatkan tambahan rezki dari-Nya, tentu dengan cara-cara yang sesuai dengan aturan di tempat bekerja dan aturan Allah SWT, kata Muhammad Firdaus anggota DPR dari daerah pemilihan Jawa Timur 2. (ist)

Catatan Hati Anak Korban Broken Home

Hening, malam kian larut, bahkan pagi menjelang. Hawa dingin sudut kota Wonosobo kian menggigit. Senyap, pada sepi yang menelikung hati. Sendiri, dalam gelap. Terus menarikan jemari di atas keyboard laptop.
Sendiri, ku di sini. Di ruang yang dahulu pernah menorehkan prasasti sejarah untukku, kucoba kembali susun kepingan hati yang terserak, menyusunnya dengan penuh kehati-hatian agar tak ada celah setan menyusup.
Diam, aku belajar tafakuri. Derap rapat-rapat hati dengan dzikir agar tak ada tangis kesia-siaan.
Perlahan, ku obati luka atas goresan yang tersayat dalam hati, mengusapnya lembut, dengan sentuhan lantunan dzikir yang mulai terasa getarnya.
Bismillah…
Menjalani hidup sebagai anak korban broken home, tentunya kita tau seperti apa rasanya … tapi bukan ini yang akan aku paparkan dalam tulisan sederhanaku.
Ku sadari, bukan hal mudah menjalani peran sebagai anak korban broken home. Hingga kemudian, saat kaki ini mulai terasa lelah menapak alur skenario hidup, dalam pemberhentianku di antara terik untuk sejenak mengusap peluh, aku belajar menatap titah hidupku dari perspektif lain, pada sudut pandang yang nampak terang, tanpa bayang kabut yang menghijabi kebeningan hati.
Meskipun,
Broken home menjadikan aku pincang tanpa seorang ayah, buta dan tuli tanpa kesempurnaan cinta seorang ibu.
Tapi…
Broken home mengajariku, tentang bagaimana aku harus memanage konsep ikhlas dalam penerimaan terhadap titahNya. Menerima kehilangan sebagai bentuk proses penempaanku untuk belajar mandiri menghadapi dinamika hidup, tidak terlalu bergantung pada sosok seorang ayah. Broken home menuntunku untuk semakin mendekat dengan ruang kesabaran dan membuka kesadaranku bahwa keluh tidaklah mampu meringankan beban yang menindih pundak. Hanya dengan mendekat, bercakap dan memohon pada-Nya kedamaian hati itu aku dapat.
Broken home… menjadi penyemangat dalam kesungguhanku menggapai mimpi, terus menanamkan sugesti bahwa kesuksesan tak kan mampu aku genggam tanpa kesungguhan dan tak pernah membiarkan kesemangatan ini meredup, terus menyala dalam pengharapan akan masa depan yang lebih baik.
Broken home menjadi cambuk pelecut, atas pemetaan masa depanku tentang bagaimana aku harus mulai mempersiapkan diri agar kelak keluargaku tak terurai seperti kedua orang tuaku. Menuntunku untuk senantiasa berbenah menjadi manusia berkualitas agar kelak menjadi seorang ibu shalihah yang mampu mendidik anak-anakku dengan cinta dan berjalan seiring dengan suami membentuk keluarga harmonis yang dekat dengan Rabbnya.
Broken home memproteksi hatiku, mematikan rasa agar senantiasa terjaga kesuciannya, tak tersentuh oleh sosok yang tak semestinya dan menanggalkan pengharapan dalam penantian yang keliru. Karena hanya Allah, Allah sang pemilik hati. Dia yang akan menentukan pada siapa esok hati ini akan tertaut membentuk ikatan suci.
Menjadi anak korban broken home karena Allah mencintaiku lebih dari yang lain, Allah menginginkan aku tumbuh menjadi individu tangguh yang senantiasa dekat denganNya.
Menjadi anak korban broken home? Kenapa harus menangis (lagi)??!
Syukuri apa yang ada, Hidup adalah anugrah
Tetap jalani hidup ini melakukan yang terbaik
Tuhan pasti kan menunjukkan kebesaran dan kuasanya
Bagi hambaNya yang SABAR dan TAK KENAL PUTUS ASA
Jangan menyerah Jangan menyerah Jangan menyerah
(d’masiv) [dakwatuna.com]

Senin, 30 April 2012

Masalah Pendidikan Di Hari Pendidikan Nasional

Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) sepantasnya diisi dengan kegiatan yang menggairahkan kembali semangat mengembangkan sumber daya manusia (SDM). Pengembangan SDM harus menjadi prioritas utama jika tidak ingin kalah dalam persaingan global. Melalui pendidikan itulah pengembangan SDM dilakukan.

    JIKA kita sepakat bahwa pendidikan berlangsung sepanjang hayat, isu pendidikan melibatkan setiap orang. Singkatnya, pendidikan adalah hajat hidup setiap orang sejak lahir hingga meninggal dunia.
    Ada banyak perspektif untuk memotret dinamika pendidikan. Sama halnya dengan ada banyak pandangan dalam memetakan masalah-masalah krusial di bidang pendidikan. Sebagian orang melihatnya dari sudut pandang kebijakan dan regulasi maupun perencanaan. Sebagian lain meninjau dari aspek praktik. Cara yang komprehensif dalam memotret masalah-masalah pendidikan adalah dari semua segi. Termasuk aspek filosofis pendidikan itu sendiri.
    Meski demikian, dalam hemat penulis secara sederhana saat ini paling tidak ada tiga masalah mendasar dalam pendidikan. Pertama, masalah kesempatan atau akses warga terhadap pendidikan. Yaitu bagaimana setiap warga negara dipastikan memperoleh hak akses terhadap pendidikan.
    Kedua, masalah sarana dan prasarana. Yaitu bagaimana kesiapan dan ketersediaan secara memadai sarana dan prasarana. Selain prasarana dasar, tentu saja harus pula mengikuti perkembangan kemajuan di bidang teknologi. Hal ini penting. Sebab, pada dasarnya di belahan dunia lain, praktik pendidikan juga berlangsung. Sehingga jika kita tidak ikut menyesuaikan dengan kemajuan teknologi, dalam kancah global tetap di belakang.
    Ketiga, masalah yang berkaitan dengan tenaga pendidik, baik dari segi kualitas maupun persebaran antarwilayah. Kesenjangan yang terjadi di bidang kualitas guru misalnya, berdampak pada lemahnya daya saing lulusan suatu lembaga pendidikan dibandingkan dengan lembaga pendidikan yang lain. Selain itu, pemerataan penempatan tenaga pendidik, baik dari segi relevansi bidang studi maupun daerah.
    Fenomena yang muncul adalah penumpukan tenaga pendidikan pada daerah-daerah yang sudah maju (baca: perkotaan). Anggapannya, di daerah perkotaan tersedia fasilitas hidup yang lebih baik. Akibatnya, daerah pinggiran maupun daerah terpencil akan terus tertinggal. Kalau demikian, masalah pemerataan tenaga pendidik yang berkualitas berkaitan dengan masalah pertama yaitu hak akses pendidikan yang bermutu bagi warga negara.
    Fenomena-fenomena yang muncul memang tidak mudah digeneralisasi bagi semua praktik pendidikan. Tetapi, kita hendaknya melihat fenomena sebagai bagian dari cara pandang dan mengidentifikasi akar permasalahan. Ketersediaan sarana pendidikan misalnya, harus dicarikan solusi agar tidak terjadi kesenjangan yang terlampau jauh. Demikian juga penempatan tenaga pendidik yang sesuai dengan bidang studi diajarkan.
    Menyimak permasalahan-permasalahan pendidikan tersebut, rasanya tak perlu saling lempar tanggung jawab. Momentum Hardiknas 2 Mei ini hendaknya kita jadikan ajang untuk melakukan review menyeluruh atas pelaksanaan sistem pendidikan nasional.
    Permasalahan pendidikan memang masalah sistem yang kompleks. Ia saling kait mengait. Masalah kuantitas dan kualitas guru, kalau mau ditarik ke belakang, juga berhubungan dengan kemampuan lembaga pendidikan tenaga kependidikan, motivasi para pendidik atau calon pendidik, kemampuan pemerintah dalam mengangkat tenaga pendidik menjadi pegawai negeri, serta sebagainya.
    Uraian masalah di atas juga dapat diparalelkan dengan masalah ketersediaan sarana-prasarana, perencanaan, regulasi dan kebijakan, serta sebagainya. Meski demikian, paling tidak dengan menganalisis tiga permasalahan dasar tersebut dapat kita jadikan sarana guna melihat secara jernih tantangan pendidikan.
    Sampai kini masih banyak agenda pendidikan yang harus digarap. Problema pendidikan yang dihadapi merupakan ’’pekerjaan rumah’’ kita semua. Kegiatan yang sudah dilaksanakan harus dievaluasi. Hasilnya bisa kita jadikan bahan perbaikan dan peningkatan.
Kalau pendidikan merupakan kebutuhan (hak) setiap orang, dapat dipandang sebagai medium untuk pengabdian (beribadah). Hak warga untuk memperoleh pendidikan selain diatur dalam konstitusi negara, hendaknya menjadi titik awal dalam membangun persatuan dan kemampuan bangsa. Pemerintah memiliki peran dan tanggung jawab terbesar. Masyarakat dapat berpartisipasi melalui lembaga pendidikan swasta. (Rdr/Lmpg)